DetikViral-Ratusan santri di Jember, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa yang cukup mengejutkan masyarakat. Aksi ini memicu perhatian publik karena mereka menyasar Supermarket Transmart, bukan ke kantor stasiun televisi Trans7, terkait dugaan pelecehan yang menimpa salah satu pondok pesantren (ponpes) setempat.
Uniknya, fokus demonstrasi mereka bukan kepada media, melainkan langsung ke lokasi yang dianggap sebagai pusat kontroversi, yakni Supermarket Transmart, yang menurut informasi terkait dugaan pelecehan terhadap santri.
Kronologi Demo Santri di Jember
Aksi dimulai pada pukul 10.00 WIB di depan Supermarket Transmart Jember. Para santri, didampingi beberapa ustadz dan pengurus pondok pesantren, membawa poster dan spanduk yang menuntut keadilan. Salah satu poster bertuliskan, “Selamatkan Martabat Santri Kami” menjadi simbol utama protes tersebut.
Menurut pengakuan salah satu peserta aksi, mereka sengaja tidak mendatangi kantor Trans7, karena menurut mereka, pihak supermarket lah yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut. Aksi ini berlangsung damai, namun penuh dengan tuntutan tegas agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi.
Tuntutan Para Santri
Ratusan santri menuntut beberapa hal dalam demo tersebut:
-
Permintaan Maaf Resmi
Mereka menuntut pihak Supermarket Transmart memberikan permintaan maaf secara terbuka terkait dugaan pelecehan yang terjadi pada santri. -
Penyelidikan Internal
Santri meminta pihak manajemen supermarket melakukan penyelidikan internal untuk memastikan tidak ada praktik pelecehan serupa di masa depan. -
Perlindungan Santri
Tuntutan lainnya adalah perlindungan dan keamanan bagi santri yang datang ke supermarket untuk kegiatan belajar atau belanja kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah media lokal melaporkan, aksi demo ini juga diikuti oleh beberapa alumni pondok pesantren yang turut menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa diabaikan.
Reaksi Pihak Supermarket Transmart
Hingga berita ini ditulis, pihak Supermarket Transmart Jember telah memberikan tanggapan resmi melalui humas mereka. Mereka menyatakan sedang melakukan investigasi terkait insiden yang dialami santri. Pernyataan ini diterima dengan berbagai reaksi dari publik, sebagian mengapresiasi kesigapan manajemen, namun sebagian lain menilai tanggapan masih kurang tegas.
Manajemen Transmart juga menegaskan akan bekerja sama dengan pihak pondok pesantren untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, sambil memastikan tidak ada pihak lain yang dirugikan.
Mengapa Tidak ke Kantor Trans7?
Salah satu pertanyaan yang muncul dari masyarakat adalah mengapa santri tidak melakukan demo ke kantor Trans7, yang sering dianggap sebagai pihak media terkait.
Berdasarkan penjelasan koordinator aksi, tujuan mereka bukan mencari perhatian media, melainkan menuntut tanggung jawab pihak yang terkait langsung dengan insiden, yaitu Supermarket Transmart. Menurut mereka, demonstrasi di kantor media hanya akan memperlambat proses penyelesaian masalah.
Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa para santri memiliki strategi aksi yang terfokus dan jelas, tidak sekadar menuntut perhatian publik, tetapi menekankan penyelesaian masalah di sumbernya.
Dampak dan Respons Publik
Aksi ini mendapat perhatian luas di media sosial. Banyak warganet memberikan dukungan terhadap para santri, dengan tagar #KeadilanSantri dan #StopPelecehan.
Beberapa pihak juga menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat dan pengelola tempat umum agar kejadian serupa tidak terulang. Banyak yang berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi supermarket dan pusat perbelanjaan lain dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, khususnya anak-anak dan santri.
Tips Mencegah Pelecehan di Tempat Umum
Dari kasus ini, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil:
-
Peningkatan Pengawasan
Manajemen tempat umum harus meningkatkan pengawasan agar insiden pelecehan dapat dicegah. -
Edukasi Pengunjung dan Karyawan
Edukasi terkait perilaku yang pantas dan aman bagi semua pengunjung sangat penting, terutama bagi anak-anak dan remaja. -
Sistem Pelaporan Cepat
Tempat umum perlu memiliki sistem pelaporan cepat sehingga kasus bisa segera ditangani tanpa menunggu eskalasi.
Kesimpulan
Kasus ini menegaskan bahwa aksi demonstrasi bisa diarahkan dengan fokus dan tujuan yang jelas. Ratusan santri di Jember membuktikan bahwa mereka mampu menuntut keadilan dengan cara yang tertib, damai, namun tegas. Dengan menyasar Supermarket Transmart, mereka ingin masalah langsung ditangani di sumbernya, bukan hanya menarik perhatian media.
Publik kini menanti hasil penyelidikan pihak Transmart dan harapan agar kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak dalam menjaga keselamatan dan martabat santri.
