Harga Bitcoin Tembus US$90.000 Lagi

 

Grafik harga Bitcoin kembali naik menembus level US$90.000 di pasar kripto global.


Harga Bitcoin Tembus US$ 90.000 Lagi — Tanda Bangkitnya Bull Market?

Belakangan ini, Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian pasar global dengan penembusan harga ke level US$ 90.000. Setelah sempat terpukul beberapa minggu lalu, reli terbaru ini memunculkan pertanyaan: apakah ini awal kebangkitan jangka panjang, atau sekadar koreksi teknikal?


Perjalanan Harga Bitcoin Hingga US$ 90.000+

Sejarah Singkat Harga Bitcoin

Sejak diluncurkan pada 2009, Bitcoin telah melalui berbagai fase — dari hampir tak bernilai, naik drastis, turun, hingga berkali-kali melonjak ke rekor baru.

  • Pada 2017, Bitcoin sempat menyentuh hampir US$ 20.000 pada puncak bull-run.Tahun 2020–2021 membawa lonjakan besar: BTC menembus US$ 60.000, sebelum kemudian sempat terjungkal.

  • Tahun 2024–2025 menjadi periode bullish baru, dengan harga menyentuh empat digit tinggi, melewati level US$ 100.000 dalam beberapa sesi.

Riwayat panjang ini menunjukkan bahwa Bitcoin sangat sensitif terhadap siklus pasar — terutama sentimen investor, regulasi, dan kondisi ekonomi global.

Lonjakan Terbaru — Breakout di Sekitar US$ 90.000

Menurut data terkini, Bitcoin kembali menembus kisaran US$ 90.000.

  • Dalam satu hari, harga BTC sempat mencapai US$ 90.334, lalu stabil di kisaran US$ 90.035.

  • Lonjakan ini terjadi usai penurunan tajam, ketika BTC pernah anjlok ke sekitar US$ 81.000 dalam beberapa hari sebelumnya.

Kembalinya harga ke angka “psikologis” ini memunculkan harapan bahwa pasar kembali bergairah — tetapi juga menghadirkan keraguan di kalangan analis.


Faktor-Faktor yang Mendorong Harga Naik Menuju US$ 90.000

Permintaan & Pasokan — Ekspektasi Kelangkaan

Salah satu karakteristik utama Bitcoin adalah jumlah maksimal koin yang dibatasi. Sistem desain dan pengurangan laju penciptaan lewat mekanisme halving membuat suplai BTC makin terbatas seiring waktu — yang bisa mendorong harga naik, terutama jika permintaan tetap tinggi.

Sentimen Pasar dan Faktor Makroekonomi

Kenaikan baru-baru ini juga didorong oleh perubahan sentimen pasar: investor global kembali menunjukkan minat terhadap aset kripto setelah periode ketidakpastian.
Selain itu, pergerakan harga saham dan aset berisiko lain terkadang memengaruhi daya tarik Bitcoin sebagai “aset alternatif” — terutama di masa likuiditas longgar atau ketika mata uang fiat tertekan.

Potensi Pemulihan Teknis & Cleaning “Leverage”

Menurut analis pasar, zona US$ 88.000–US$ 90.000 adalah area resistensi penting — banyak trader dan algoritma memakai level ini sebagai acuan.
Jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, bisa jadi itu memicu pemulihan lebih luas — sekaligus “membersihkan” posisi-posisi leverage berisiko, memberikan ruang bagi reli baru.


Risiko & Kenyataan — Mengapa $90.000 Belum Jaminan Bull Market

Resistensi Teknis dan Ketidakpastian Jangka Pendek

Meski sempat menembus $90.000, para analis memperingatkan bahwa area tersebut adalah zona dengan banyak tekanan jual — artinya, tidak mudah bagi Bitcoin untuk konsisten di atas level itu.
Jika gagal, ada kemungkinan Bitcoin mundur kembali ke zona support bawah — terutama bila faktor eksternal (ekonomi global, regulasi, suku bunga) ikut berperan negatif.

Volatilitas Tinggi — Aset Ini Masih Berisiko

Bitcoin terkenal karena fluktuasinya yang ekstrem. Lonjakan ke atas cepat, tapi penurunan juga bisa tajam. Riwayatnya menunjukkan banyak periode “boom-bust cycle”.
Investor yang masuk hanya berdasarkan momentum bisa terdampak besar jika tidak siap menghadapi likuiditas dan perubahan pasar mendadak.

Faktor Ekonomi Global & Regulasi

Keputusan suku bunga global — misalnya dari Federal Reserve (The Fed) — atau kebijakan ekonomi makro di negara-negara besar bisa mengguncang pasar kripto. Hal ini membuat masa depan Bitcoin tetap penuh ketidakpastian, terutama jangka pendek hingga menengah.


Apa Artinya bagi Investor & Pengguna di Indonesia?

Peluang Investasi Jangka Panjang

Bagi investor yang melihat Bitcoin sebagai aset jangka panjang, kembalinya harga ke level $90.000 bisa jadi momen menarik — terutama jika supply tetap ketat dan adopsi kripto terus berkembang. Hal ini bisa membuat potensi return jangka panjang menarik, walau disertai risiko tinggi.

Strategi dan Kenyamanan Risiko

Penting bagi investor di Indonesia (atau di mana pun) untuk mempertimbangkan toleransi risiko: jangan terbuai FOMO semata. Jika memilih untuk masuk, bisa menggunakan strategi diversifikasi, alokasi dana terbatas, atau membeli sebagian kecil saja sebagai bagian dari portofolio lebih besar.

Pantau Regulasi & Faktor Eksternal

Perlu memahami bahwa kondisi global — suku bunga, kebijakan fiskal, regulasi kripto — bisa sangat mempengaruhi harga. Karena itu, penting untuk terus mengikuti berita global dan perkembangan pasar kripto sebelum membuat keputusan besar.


Kesimpulan — $90.000: Awal Pemulihan atau Sekadar Koreksi?

Penembusan harga Bitcoin ke US$ 90.000 lagi memang menarik dan menunjukkan bahwa daya tarik aset kripto belum hilang. Namun, masih banyak tantangan di depan — dari resistensi teknikal, volatilitas tinggi, sampai ketidakpastian global.

Bagi investor yang siap mengambil risiko dan melihat jangka panjang, ini bisa menjadi peluang. Tapi bagi yang sensitif terhadap fluktuasi, lebih bijak untuk berhati-hati — dan jangan lupa, kripto tetaplah aset dengan risiko besar.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال