Harga Saham GoTo Naik 7 Persen Setelah Klaim Laba Kuartal III 2025

 

Grafik harga saham GoTo naik 7 persen setelah perusahaan mengumumkan klaim laba pada kuartal III 2025 di Bursa Efek Indonesia.

GoTo Kembali ke Jalur Positif di Bursa Saham

Harga saham GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami lonjakan signifikan sebesar 7 persen pada perdagangan Kamis, 6 November 2025, setelah perusahaan mengumumkan klaim laba pada kuartal III 2025. Kenaikan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena menandakan adanya pemulihan kinerja keuangan setelah periode panjang mengalami tekanan sejak IPO.

Investor tampak kembali optimistis terhadap prospek GoTo yang sebelumnya dikenal sebagai “raksasa teknologi” Indonesia dengan ekosistem digital terbesar di Asia Tenggara. Fokus utama para pelaku pasar kini tertuju pada laporan keuangan GoTo kuartal III 2025, yang untuk pertama kalinya menunjukkan potensi laba bersih positif sejak perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Detail Kenaikan Harga Saham GoTo

Menurut data BEI, harga saham GoTo naik 7 persen ke level Rp154 per lembar saham, dari sebelumnya Rp144 per lembar. Kenaikan ini disertai dengan peningkatan volume transaksi hingga 2,1 miliar lembar saham, menandakan minat beli yang kuat dari investor ritel maupun institusi.

Para analis menilai, momentum ini didorong oleh klaim manajemen GoTo bahwa perusahaan telah berhasil mencatatkan laba operasional positif (EBITDA) untuk pertama kalinya. Hal ini dianggap sebagai titik balik (turning point) yang sangat krusial bagi GoTo, yang sebelumnya kerap dikritik karena terus membukukan kerugian besar sejak merger antara Gojek dan Tokopedia pada 2021.

Dukungan dari Investor Besar

Sejumlah investor besar seperti SoftBank Vision Fund, Alibaba Group, dan Telkomsel Ventures dikabarkan kembali menunjukkan dukungan terhadap strategi efisiensi GoTo. Dengan adanya fokus pada profitabilitas, GoTo berhasil menekan beban operasional melalui pemangkasan biaya promosi dan optimalisasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan logistik dan e-commerce.

Faktor Utama di Balik Kenaikan Saham GoTo

Ada beberapa faktor yang mendorong harga saham GoTo naik 7 persen setelah klaim laba kuartal III 2025. Berikut penjelasannya:

1. Klaim Laba Operasional Positif

Laporan keuangan GoTo menunjukkan adanya peningkatan pendapatan sebesar 22 persen year-on-year, terutama dari segmen Tokopedia dan Gojek Transportasi. Pihak manajemen mengklaim laba bersih sebesar Rp150 miliar, dibandingkan kerugian Rp1,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Faktor ini menjadi sinyal kuat bahwa GoTo mulai menunjukkan kinerja berkelanjutan, bukan sekadar hasil efisiensi sementara.

2. Efisiensi dan Pengurangan Beban

GoTo berhasil memangkas biaya promosi hingga 40 persen tanpa mengganggu pertumbuhan pengguna aktif bulanan (MAU). Selain itu, penggunaan sistem berbasis AI untuk prediksi permintaan logistik dan rekomendasi produk membantu menekan biaya operasional.

3. Kepercayaan Investor Meningkat

Pasar modal Indonesia merespons positif klaim laba tersebut. Investor menilai bahwa langkah GoTo menuju profitabilitas adalah langkah realistis dan sesuai dengan arah pasar global, di mana perusahaan teknologi mulai berfokus pada efisiensi dan margin laba ketimbang pertumbuhan agresif.

Respon Pasar dan Analis

Beberapa analis pasar modal menilai kenaikan harga saham GoTo sebesar 7 persen hanyalah awal dari potensi rally lebih panjang. Menurut Riset Indo Premier Sekuritas, target harga saham GoTo hingga akhir tahun 2025 bisa mencapai Rp180–Rp200 per lembar, jika tren laba berlanjut pada kuartal IV 2025.

Sementara itu, analis dari Mandiri Sekuritas menambahkan bahwa kepercayaan publik terhadap sektor teknologi mulai pulih setelah dua tahun terakhir sempat lesu akibat kenaikan suku bunga global dan kekhawatiran terhadap valuasi berlebihan.

“GoTo kini berada di posisi strategis untuk menjadi perusahaan teknologi Indonesia pertama yang benar-benar profitabel secara berkelanjutan,” ujar analis senior Mandiri Sekuritas.

Tantangan GoTo ke Depan

Meskipun harga saham GoTo naik 7 persen setelah klaim laba kuartal III 2025, sejumlah tantangan tetap membayangi.

1. Kompetisi Ketat

Persaingan dengan Grab Indonesia, Shopee, dan Lazada masih sangat ketat. GoTo perlu terus berinovasi di sektor pembayaran digital (GoPay) dan e-commerce untuk mempertahankan pangsa pasar.

2. Keberlanjutan Laba

Klaim laba pada kuartal III perlu dibuktikan dengan konsistensi di kuartal berikutnya. Jika laba hanya bersifat sementara, investor bisa kembali ragu dan melakukan aksi jual.

3. Ketergantungan pada Ekosistem

Kinerja GoTo sangat bergantung pada sinergi antarunit seperti Gojek, Tokopedia, dan GoPay. Jika salah satu lini mengalami gangguan, hal itu bisa berdampak langsung pada pendapatan grup secara keseluruhan.

Prospek Saham GoTo ke Depan

Dengan adanya klaim laba dan peningkatan efisiensi, banyak investor memperkirakan GoTo berpotensi masuk kembali ke indeks LQ45 pada pertengahan 2026. Ini akan meningkatkan kepercayaan investor institusi dan memperbesar aliran dana asing ke saham GoTo.

Selain itu, rencana ekspansi GoTo ke pasar Asia Tenggara melalui integrasi layanan digital lintas negara juga menjadi faktor pendukung kenaikan harga saham dalam jangka menengah.

Kesimpulan

Kenaikan harga saham GoTo naik 7 persen setelah klaim laba kuartal III 2025 menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Perusahaan teknologi ini menunjukkan kemampuan untuk bangkit dan menyesuaikan diri dengan tuntutan profitabilitas.

Dengan strategi efisiensi, inovasi berbasis teknologi, dan dukungan investor besar, GoTo berpeluang besar mempertahankan momentum pertumbuhan di kuartal berikutnya. Namun, konsistensi dan transparansi laporan keuangan akan menjadi faktor penentu utama apakah GoTo benar-benar berhasil menjadi perusahaan teknologi Indonesia yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال