Nekat! Oknum TNI Curi Kotak Amal Infaq di Masjid Rp 1,3 Juta, Akui Kehabisan Ongkos Jenguk Ibu Sakit

 

Rekaman CCTV memperlihatkan momen oknum TNI saat mengambil uang dari kotak amal di masjid, yang kemudian mengaku kehabisan ongkos untuk menjenguk ibunya yang sakit.

Kasus mengejutkan kembali mencoreng nama institusi militer. Seorang oknum anggota TNI tertangkap mencuri kotak amal infaq di sebuah masjid. Nilai uang yang diambil mencapai Rp 1,3 juta, dan pelaku berdalih kehabisan ongkos untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit. Kasus ini sontak viral dan menuai perhatian publik.


Kronologi Kejadian Oknum TNI Curi Kotak Amal Infaq di Masjid

Insiden ini terjadi di salah satu masjid kawasan Jawa Tengah. Berdasarkan laporan warga, seorang pria berpakaian preman terlihat mondar-mandir di sekitar area masjid. Setelah situasi dianggap aman, pria tersebut masuk dan berusaha membuka kotak amal menggunakan obeng kecil yang dibawanya.

Aksi Terekam CCTV Masjid

Beruntung, seluruh aksi terekam jelas oleh kamera CCTV masjid. Dalam rekaman terlihat pelaku dengan hati-hati mencongkel kunci kotak amal, lalu memasukkan sejumlah uang ke dalam kantong plastik hitam yang sudah disiapkan.

Petugas masjid yang curiga langsung memeriksa rekaman CCTV, dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. Tidak butuh waktu lama, pelaku akhirnya ditangkap oleh aparat gabungan dan diketahui berstatus anggota aktif TNI.


Pengakuan Mengejutkan, Akui Kehabisan Ongkos Jenguk Ibu Sakit

Setelah diamankan, oknum TNI tersebut memberikan pengakuan yang mengejutkan. Ia mengaku terdesak karena kehabisan ongkos untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit keras di kampung halaman.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku menyesal dan menyadari bahwa tindakannya salah. Ia hanya bermaksud mencari uang tambahan untuk perjalanan pulang, tanpa berpikir panjang tentang konsekuensi perbuatannya.

Reaksi Publik dan Warganet

Kabar “Nekat! Oknum TNI curi kotak amal infaq di masjid Rp 1,3 juta, akui kehabisan ongkos jenguk ibu sakit” langsung menjadi trending di media sosial. Banyak warganet yang prihatin, namun tidak sedikit pula yang mengkritik tindakan pelaku karena dianggap mencoreng nama institusi TNI.

Sebagian masyarakat menilai bahwa alasan kemanusiaan tidak bisa dijadikan pembenaran atas tindakan pencurian, terlebih di rumah ibadah. Namun ada juga yang meminta pihak berwenang mempertimbangkan latar belakang pelaku sebelum menjatuhkan sanksi berat.


TNI Ambil Langkah Tegas, Janji Proses Hukum Secara Disiplin

Pihak TNI tidak tinggal diam. Dalam konferensi pers resmi, juru bicara TNI menyampaikan bahwa institusi akan menindak tegas oknum yang mencoreng nama baik militer, tanpa pandang bulu.

“Kami sangat menyesalkan perbuatan ini. TNI akan menegakkan disiplin dan memproses yang bersangkutan sesuai hukum militer yang berlaku,” ujar perwakilan TNI.

Komitmen TNI Menjaga Integritas dan Citra Positif

Kasus oknum TNI curi kotak amal di masjid Rp 1,3 juta menjadi pengingat penting bagi seluruh prajurit untuk tetap menjunjung nilai kejujuran dan kehormatan. Pihak TNI juga menegaskan bahwa tindakan individu tidak mencerminkan citra keseluruhan institusi.

Langkah tegas ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik sekaligus mencegah kasus serupa di masa mendatang.


Pandangan Hukum dan Sosial atas Kasus Ini

Ahli hukum pidana menilai bahwa pencurian di tempat ibadah termasuk pelanggaran yang memiliki konsekuensi moral dan sosial cukup besar. Meski nominalnya relatif kecil, pelaku tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari sisi sosial, kasus ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dan faktor keluarga kerap mendorong seseorang melakukan tindakan di luar nalar. Namun, empati sosial perlu dibarengi dengan penegakan hukum yang tegas agar tidak menjadi preseden buruk.

Pentingnya Dukungan Sosial bagi Anggota TNI dan Keluarganya

Beberapa pemerhati sosial mengingatkan bahwa dukungan moral dan finansial terhadap keluarga prajurit perlu lebih diperhatikan. Banyak anggota TNI yang bertugas di luar daerah menghadapi kesulitan ekonomi, terutama jika keluarga mereka mengalami kondisi darurat.

Program kesejahteraan dan bimbingan moral internal TNI diharapkan bisa menjadi solusi agar kasus seperti “oknum TNI curi kotak amal infaq di masjid Rp 1,3 juta” tidak terulang kembali.


Penutup – Pelajaran dari Kasus Oknum TNI Curi Kotak Amal

Kasus ini menjadi cermin bahwa kejujuran dan integritas tetap menjadi pondasi utama, siapa pun orangnya, apapun statusnya.
Perbuatan mencuri, apalagi di tempat ibadah, tidak bisa dibenarkan dalam alasan apa pun. Namun di sisi lain, empati dan pemahaman atas kondisi manusiawi juga dibutuhkan agar penegakan hukum tetap berkeadilan.

“Nekat! Oknum TNI curi kotak amal infaq di masjid Rp 1,3 juta, akui kehabisan ongkos jenguk ibu sakit” bukan sekadar berita kriminal — tetapi juga peringatan tentang pentingnya kejujuran, moral, dan tanggung jawab sosial.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال